Analisis

Analis: Ada Tangan Israel Dibalik Kekacaun di Indonesia

Bung Karno Bela Palestina

JAKARTA – Sebuah analisa yang cukup bagus dari seorang pengamat Politik, Dina Sulaeman, yang menyatakan dalam analisanya bahwa selalu ada Israel dibalik berbagai kekacaun di Indonesia. Berikut ulasannya:

Akhir-akhir ini beruntun muncul peristiwa yang (menurut saya) berjalin-berkelindan:

Pertama, Aksi demo bela Palestina, tapi anehnya, digagas oleh kelompok-kelompok yang selama 7 tahun terakhir justru berperan aktif dalam membawa narasi perang Suriah ke Indonesia. (Suriah adalah penyuplai logistik untuk pejuang Palestina dan pelayan bagi jutaan pengungsi Palestina). Kelompok-kelompok ini bicara atas nama Islam, tapi aktivitasnya terkait Suriah malah sejalan dengan kepentingan Israel. Imbasnya pun dirasakan oleh bangsa Indonesia: radikalisme/esktrimisme semakin marak sejak konflik Suriah dibawa-bawa ke Indonesia oleh mereka demi menggalang dana dan merekrut petempur.

Baca: Dina Sulaeman: Aksi Bela Palestina Atau Teroris?

Kedua, Aksi terorisme beruntun di berbagai kota di Indonesia. Siapa pelakunya? Tak lain teroris yang berjejaring dengan kelompok-kelompok teror di Suriah. Dan siapa yang berteriak-teriak bahwa ini rekayasa dan pengalihan isu? Orang yang sama di poin 1. Apa isu yang juga mereka angkat? Tak lain: #GantiPresiden2019.

Baca: ‘Teroris’ dan PKS Benci Jokowi, Ini Penjelasan Denny Siregar

Ketiga, Pengibaran bendera Israel di Papua. Beberapa pekan yang lalu, kebetulan saya datang ke Papua. Dari mahasiswa asli warga Papua, saya mendapat cerita bahwa pembangunan gereja dengan dana dari Israel semakin marak; di gereja-gereja itu bendera Israel dikibarkan. Sekedar info saja, umat Kristiani itu banyak ‘mazhab’. Ada yang membela Palestina (para pengikut Paus Vatikan), tapi ada pula aliran yang sangat pro-Israel, istilah umum untuk mereka: Kristen-Zionis.

Kejadian pengibaran bendera Israel ini ditanggapi oleh 2 pihak:

  • Kelompok yang sama di poin 1 –> “Bendera HTI dilarang, tapi kok bendera Israel bebas dikibarkan? Katanya pemerintah bela Palestina??”.
  • Kelompok pro Zionis –> Natalius Pigai (Komisioner Komnas HAM, yang pernah menyatakan “saya dikecam karena bela ulama” –yang ia maksud: ulama di kelompok poin 1) menulis di FB: “Pemerintah dan Kepolisian tidak bisa melarang lambang tauhid umat Kristen yang tertulis dalam kita suci Alkitab, karena itu sama saja dengan melarang ajaran agama yang diyakini”.

Baca: Zainul Muttaqin Semprot Felix Siauw Cs, Palestina Tidak Butuh Khilafah

Kedua kelompok ini sama-sama menyalahkan pemerintah. Asal tahu saja, para ZSM (Zionis Sawo Matang) Indonesia sering mengkritik presiden. Ada yang beralasan “Israel itu biji mata Tuhan, Pak Jokowi jangan berani kecam Israel, nanti dikutuk Tuhan”. Ada ZSM yang dulu pernah menyamakan Papua itu bangsa terjajah seperti Palestina tetapi kemudian dia pula yang mengata-ngatai Pak Jokowi, “Sikap tegas Jokowi pada Israel hanya politis semata, demi meraih hati umat Islam”.

Anyway, karena Pigai sudah bawa-bawa Alkitab untuk bela Israel (sebagaimana kebanyakan ZSM lainnya), lebih baik kita baca bagaimana tanggapan Romo Felix Irianto Winardi atas pernyataan Pigai. (Baca: Kebingungan seorang Kristiani. Menanggapi tulisan Saudaraku Natalius Pigai)

Keempat, AS yang selama ini mempersenjatai teroris di Suriah, tiba-tiba saja menawarkan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk menangani teroris. Ini sama seperti maling menawarkan diri untuk menjadi satpam bank. Tapi anehnya, disambut oleh Pak Wiranto. (Baca: Wiranto: Jangan Curiga Jika AS Bantu Indonesia Buru Teroris)

Silahkan simak pernyataan anggota parlemen AS, Tulsi Gabbard di depan Kongres, mengenai aksi illegal pemerintah AS menyuplai senjata ke ISIS dan Al Qaida Suriah. (Baca: Anggota Parlemen AS: Amerika Mendanai Teroris Suriah)

Baca: Zionis Israel Danai Pemberontak Suriah

Kelima, Wapres JK, tiba-tiba saja menyatakan bahwa untuk membantu Palestina, Indonesia perlu menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Alasannya, untuk mendamaikan dua pihak tentu harus berhubungan dengan keduanya sekaligus. JK berdalih bahwa Turki, Jordan, dan Mesir pun berhubungan diplomatik dengan Israel. (Baca: Bantu Palestina, JK Bicara soal Kans RI Jalin Diplomatik ke Israel)

Pertanyaannya: apa yang sudah dilakukan ketiga negara itu selama ini? Apa ketiga negara itu mampu berperan menghentikan kejahatan Israel di Palestina? Tidak. 70 tahun berlalu, tidak ada perubahan, bangsa Palestina tetap terjajah. Selama 70 tahun, tentara Israel tetap bebas membantai, menembaki, memenjarakan warga Palestina, merampas rumah-tanah dan sumber air mereka.

(Erdogan, meski fasih mengecam Israel, tapi tingkat perdagangan Turki-Israel sangat tinggi)

Lalu apa manfaatnya kita membuka hubungan diplomatik dengan Israel (selain keuntungan buat segelintir bisnismen yang akan berdagang bebas dengan Israel)? Apa kebaikannya bagi bangsa Indonesia bila melanggar amanah UUD-nya sendiri?.

Baca: Turki-Israel Adakan Pertemuan Super Rahasia

Saya sangat khawatir melihat perkembangan ini. Ini puzzle-nya: Freeport diutak-atik Jokowiaksi teror — AS menawarkan bantuan — fans Israel di Indonesia semakin unjuk gigi — kelompok radikal/intoleran yang selalu menyerang pemerintah — pejabat negara ‘melunak’ di depan AS dan Israel. Semoga Indonesia baik-baik saja. #SaveNKRI. (SFA)

Sumber: Akun Fanpage Dina Sulaeman

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: