Nasional

Anak Lulusan Saudi Lecehkan Habib Lutfi dan Gus Mus “Acara Mbadok”

Senin, 20 Februari 2017 – 19.28 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAWA TENGAH – Entah apa yang merasuki pikiran dan akal dalam diri Muhammad Misbakhudin ini. Habib Lutfi bin Yahya dan KH Mustofa Bishri atau Gus Mus tidak pernah mengganggunya, beliau berdua sangata ingin menjaga peradaban dan kebudayaan Islam di Nusantara tapi kok diumpat-umpat tanpa ampun. Gara-gara foto kedua ulama NU ada dalam poster “Semarak Cap Go Meh 2017”, ia menghina keduanya dengan kata-kata tak pantas dan tak beradab, dalam akun pribadinya, Misbakhudin membuat status begini: (Baca: Lecehkan Gus Mus dan KH Aqil Siradj, Mantan Anggota DPRD PKS Dilaporkan Polisi)

ACARA MBADOK LONTONG DALAM SEMARAK CAP GO MEH DI MASJID AGUNG SEMARANG

wes kono karepmu fi lutfi yahya mus mustofa bisri koe koe pan ngadake acara cap go meh mbadok nyekek lontong bareng singkek singkek nang masjid semarang karepmu ! -lakum dinukum waliyadin-.

Status itu ditulis olehnya pada Ahad (19/02/2017) untuk merespon acara bertema “Pelangi Merajut Nusantara” yang digelar malam Senin (19/02/2017). Karena target acara itu akan memecahkan rekor MURI “Makan Lontong Cap Go Meh dengan Peserta Terbanyak”, ia menghina Habib Luthfi dan Gus Mus dengan sebutan “mabok lontong”. (Baca: ‘Taruna Kiswotomo’ Lakukan Makar dan Serukan Kudeta Hingga Lecehkan Jokowi, TNI, POLRI, NU)

Sebelumnya, isu Cap Go Meh yang digelar di Halaman Masjid MAJT Semarang disoal oleh kelompok ormas abal-abal dan gurem karena dianggap mengganggu marwah masjid. Akhirnya dipindah ke Balaikota Semarang dan tidak jadi dihadiri Habib Luthi maupun Gus Mus.

“Mereka yang menyoal Cap Go Meh di MAJT itu hanya menyerang tokoh NU. Andai saja yang diundang adalah Habib Rizieq, apa akan ditolak? Itu masalah kebencian saja,” kata H Muhtamat, salah satu senior PC Ansor Kudus kepada Dutaislam, di rumahnya, Ahad (20/02/2017) dini hari.

Muhtamat mengatakan, para penghina itu tidak paham kalau Cap Go Meh bukanlah ritual agama. Dan tujuan mereka, lanjutnya, hanya ingin menyerang ulama NU dan simbolnya. “Mereka hanya melempar bom molotov, jika kita terprovokasi, itu yang diinginkan,” imbuhnya. (Baca: Umat Kompor #MendadakNU)

Sebagaimana ditelusuri, penghina Maulana Habib Luthfi dan KH Mustofa Bisri bernama Muhammad Misbahudin itu, di akun pribadinya tertulis bekerja pada perusahaan industri. Ia mengaku di Facebook bermukim di DKI Jakarta, lulusan MTs Negeri Subah (Batang) dan Universitas Ummul Qura Makkah.

Ternyata, pengakuan Mishbakhudin di Facebooknya tidak sesuai. seperti dilansir dari Dutaislam (20/02) mendapatkan keterangan kalau dia sudah dilaporkan oleh warga Batang, Jateng atas nama Umar Abdul Jabbar bin Afthoni ke Polres Batang pada Senin (20/02) siang tadi.

Umar (42), warga Binangun, Bandar, Kab. Batang melaporkan Muhammad Misbakhudin yang diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik kepada Habib Luthfi dan KH Mustofa Bisri, gurunya. (Baca: Nistakan NU, Gus Dur dan Gus Mus, GP Ansor Gresik Laporkan Akun Arik S.Wartono ke Polisi)

Akhirnya Misbakhudin dilaporkan ke Polres Batang, diketahui, terlapor beralamat di Desa Ngepung, Rt. 07 Rw. 02, Kec. Subah, Kab. Batang. Ia berprofesi sebagai pedagang, bukan di perusahaan industri, sebagaiman tertulis di akun Facebooknya. Kita tunggu saja, apa ia akan “menyerahkan diri”. (SFA/DutaIslam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: