Fokus

Amnesty Internasional Desak Riyadh Stop Eksekusi Kejam Pengadilan Palsu Kerajaan

Kamis, 27 Juli 2017 – 17.01 Wib

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Kelompok hak asasi manusia Amnesty International meminta Arab Saudi untuk menghentikan eksekusi 14 orang yang dijatuhi hukuman mati setelah sebuah “persidangan massal yang sangat tidak adil” sebagai bagian dari “eksekusi eksekusi berdarah kerajaan”. (Baca: Hukum Penggal Kepala di Saudi Buat Rakyat Bukan untuk Keluarga Kerajaan)

“Dengan mengkonfirmasikan hukuman ini, otoritas Arab Saudi telah menunjukkan komitmen kejam mereka terhadap penggunaan hukuman mati sebagai senjata untuk menghancurkan perbedaan pendapat dan melenyapkan lawan politik,” kata Samah Hadid, Direktur Kampanye untuk Timur Tengah di Amnesty International.

Ia selanjutnya menyatakan: “Tandatanganan Raja Salman sekarang adalah persetujuan akhir yang diperlukan untuk eksekusi mereka. Dia harus segera membatalkan hukuman mati ini yang merupakan hasil dari pengadilan palsu yang dengan berani mencemooh standar peradilan internasional yang adil.”

Sedikitnya 66 orang telah dieksekusi di Arab Saudi sejak awal 2017, termasuk 26 orang dalam tiga minggu terakhir, yang berarti lebih dari satu eksekusi per hari.

Hussein al-Rabi ‘, Abdullah al-Tureif, Hussein al-Mosallem, Mohamed al-Naser, Mustafa al-Darwish, Fadel Labbad, Sa’id al-Sakafi, Salman al-Qureish, Mujtaba al-Suweyket, Munir al-Adam , Abdullah al-Asreeh, Ahmad al-Darwish, Abdulaziz al-Sahwi, Ahmad al-Rab’i dipindahkan dari Dammam di Provinsi Timur Arab Saudi ke ibukota, Riyadh pada tanggal 15 Juli 2017 tanpa pemberitahuan sebelumnya. (Baca: Aktivis: Hidup di Arab Saudi Seperti Budak)

Sekarang setelah hukuman mereka dijatuhkan oleh Mahkamah Agung, ke-14 orang tersebut berisiko dieksekusi begitu Raja meratifikasi vonis ini. Karena kerahasiaan seputar proses peradilan Arab Saudi, keluarga hanya diberi sedikit informasi, itupun tidak pasti,  tentang perkembangan kasus, bahkan  biasanya mereka tidak diberi tahu tentang pelaksanaan eksekusi mati keluarga mereka.

Kemarin, keluarga dari 14 orang tersebut baru mengetahui bahwa hukuman mati telah dijatuhkan setelah mereka menghubungi Pengadilan Pidana Khusus (SCC). Mereka khawatir eksekusi akan segera dilaksanakan. Ke 14 orang tersebut pada awalnya dijatuhi hukuman mati pada tanggal 1 Juni 2016 oleh Pengadilan Pidana Khusus (SCC) di Riyadh, setelah sebuah persidangan massal yang sangat tidak adil.

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa ke-14 orang tersebut mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka menjalani penahanan pra-peradilan yang berkepanjangan dan telah disiksa dan diperlakukan sewenang-wenang selama interogasi untuk memaksa mereka memberi “pengakuan”, namun hakim tersebut gagal untuk memerintahkan penyelidikan atas tuduhan mereka. SCC tampaknya telah mendasarkan keputusannya pada “pengakuan” paksa ini. (Baca: Perang Barbar Saudi di Yaman Hanya Ciptakan Kehancuran Islam)

Amnesty International juga menyatakan bahwa pada tanggal 23 Juli 2017, pengadilan banding SCC telah menjatuhkan hukuman mati atas 15 orang yang dituduh mata-mata Iran dan kasus tersebut dipindahkan ke Mahkamah Agung pada tanggal 20 Juli 2017. Orang-orang tersebut pada awalnya dijatuhi hukuman mati pada tanggal 6 Desember 2016. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: