Headline News

Amerika Kirim Pasukan Militer ke Kurdistan

Kamis, 14 September 2017 – 08.22 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KURDISTAN – Pasukan AS telah dikirim ke wilayah semi-otonom Irak, Kurdistan, pejabat Kurdi mengatakan, dan menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari kampanye militer bersama kedua belah pihak setelah menghadapi kelompok teror selama berbulan-bulan.

Baca: TOP, Para Perempuan Suriah Siap Berjuang & Bertempur Hadapi Teroris ISIS

Ari Harsin, kepala Komite Peshmerga di Parlemen Kurdistan, Irak, mengatakan personil Amerika bersama dengan serangkaian peralatan militer akan menempati basis di dekat ibukota Erbil.

Pejabat tersebut menolak spekulasi bahwa kehadiran asing tersebut akan menghalangi rencana daerah tersebut untuk mengadakan referendum kemerdekaan yang dijadwalkan pada 25 September mendatang.

AS juga menentang gagasan negara Kurdi, bergabung dengan suara pemain regional utama, termasuk Iran, Turki dan Suriah, yang telah memperingatkan agar tidak melakukan partisi Irak. Harsin menyatakan bahwa referendum mengindikasikan “kehendak rakyat Kurdi dan tidak ada yang akan menghentikannya”.

Baca: Zionis Israel Dibalik Skenario Pendirian Negara Kurdi

Masyarakat internasional khawatir bahwa referendum tersebut dapat memicu konflik baru di wilayah tersebut, dan mengalihkan perhatian dari perang yang sedang berlangsung melawan teroris ISIS Takfiri.

Dalam perjalanan ke Erbil pada akhir Agustus, Menteri Pertahanan AS James Mattis meminta Presiden Daerah Kurdistan (KRG) Masoud Barzani untuk membatalkan tawaran tersebut dan tetap fokus pada perang melawan teroris.

Baca: 200 Tentara Amerika Tiba di Perbatasan Suriah-Irak

AS mengkoordinasikan serangan dari basis Erbil

Sementara itu, Rashad Kalali, Kepala Komite untuk Persatuan Patriotik Kurdistan di distrik Makhmur, Erbil, mengatakan bahwa tentara Amerika telah mendirikan sebuah pangkalan militer di selatan Erbil, situs berita Irak al-Sumaria melaporkan pada hari Rabu.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa AS juga telah menempatkan sejumlah senjata di basis itu, termasuk rudal, artileri berat, tank, pengangkut personel lapis baja dan lebih dari 100 kendaraan militer.

Meskipun pasukan Amerika telah menggunakan basis tersebut sebagai titik serangan terhadap posisi ISIS, mereka akhirnya akan menggunakannya sebagai pusat komando untuk mengkoordinasikan operasi udara dan darat dengan Angkatan Bersenjata Irak dan Peshmerga dalam pertempuran terakhir untuk membebaskan kota Hawijah, kata Kalali.

Hawijah terletak 45 kilometer sebelah barat kota Kirkuk. Kota kaya minyak ini berada di bawah kendali militan ISIS sejak Juni 2014, ketika pemimpin ekstrimis Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi menyatakan “kekhalifahan” dirinya”. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: