Headline News

Amerika Dukung Mohammed bin Nayef Gantikan Raja Salman

Rabu, 01 Maret 2017 – 16.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Beberapa hari setelah kunjungan kepala intelijen AS (CIA) ke ibukota Arab Saudi, Riyadh, dan setelah pertemuan tertutup dengan para pejabat kerajaan Saudi, pejabat AS mengucapkan selamat kepada Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, yang menerima jabatan baru selama bertahun-tahun sebelum diangkat sebagai putra mahkota. (Baca: Mohammed Bin Salman Versus Mohammed Bin Nayef)

Mike Pompeo, kepala intelijen AS memberikan pujian disea-sela upacara perayaan penerimaan jabatan baru atas khidmat yang dilakukan bin Nayef. Ia juga akan tetap menjadi Putra Mahkota di sisi  Amerika Serikat, itu diberikan karena ia mampu bermetodologi dalam kebijakan ekstrim Kerajaan Saudi dan perannya dalam pengumpulan informasi-informasi intelijen mengenai kebijakan AS di kawasan. (Baca: Astronom Mesir Ramalkan Tahun 2017 Penuh dengan Hal yang Mengerikan)

Sumber-sumber informasi mengatakan bahwa kunjungan kepala dinas intelijen AS ke Kerajaan Saudi, datang pada saat terjadinya perselisihan di dalam keluarga kerajaan yang dapat menyebabkan pertikaian terhadap dua calon pewaris tahta tertinggi kerajaan. Mohammed bin Salman wakil putra Mahkota sangat berambisi untuk mewarisi tahta ayahnya Raja Salman bin Abdulaziz yang sedang sakit.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Mohammed bin Nayef menganugrahkan medali tinggi dari intelijen AS “George Tenet,” yang memiliki dua makna, pertama, Washington bersedia mendukung dan menetapkan Mohammed bin Salman untuk mengambil alih tahta. Oleh karena ia memberikan medali kepada bin Nayef karena khidmat yang sudah dilakukannya dan sebagai dalil untuk mengakhiri masa khidmanya kepada kerajaan. Yang kedua, melihat Raja yang sedang sakit dan ambisi anaknya, Washington berdiri di belakang Mohammed bin Nayef untuk mengambil alih tahta kerajaan. Bin Nayef dikenal memiliki hubungan yang sangat kuat dan solid dengan Amerika Serikat dan salah satu sekutu seniornya. (Baca: Perebutan Kekuasaan Dua Pangeran Kerajaan Saudi Semakin Memuncak)

Dengan demikian, karena takut pecahnya perselisihan berdarah antara dua pangeran yang berambisi untuk berkuasa, maka diadakanlah penerimaan medali ini, yang menegaskan bahwa Mohammed bin Nayef memiliki jasa besar untuk Washington, dia pertama dalam tangga karir di Kerajaan, dan menerima dukungan dari Amerika untuk mengambil alih tahta, saat  Raja Salman menderita penyakit kronis. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: