Amerika

Amerika dan Turki Bersitegang di Afrin Suriah

Jum’at, 19 Januari 2018 – 06.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT – Departemen Luar Negeri AS telah meminta Turki untuk tidak melakukan tindakan militer di wilayah barat laut Suriah, Afrin. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert pada hari Kamis mendesak Ankara untuk tetap fokus memerangi teroris ISIS di wilayah tersebut.

Ditanya tentang laporan bahwa Turki membuat persiapan untuk melakukan serangan militer di Afrin, Nauert mengatakan kepada wartawan, “Kami akan memanggil … orang-orang Turki untuk tidak melakukan tindakan semacam itu. … Kami tidak ingin mereka terlibat dalam kekerasan tapi kami ingin mereka tetap fokus pada ISIS (Daesh).”

Baca: Geger Amerika dan Turki di Perbatasan Suriah

Komentar tersebut muncul setelah Ankara mengatakan pasukan Turki akan melakukan intervensi di Afrin untuk melawan militan Kurdi (YPG).

Ankara memandang YPG sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan militan (PKK) Suriah yang telah berjuang untuk sebuah daerah otonom di Turki sejak 1984.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa pernyataan baru-baru ini dari Amerika Serikat mengenai rencana untuk menciptakan 30.000 “pasukan teror” yang kuat di perbatasan utara Suriah dengan Turki mengkhawatirkan pemerintah Ankara.

Cavusoglu mengatakan kepada jaringan berita televisi CNN Turk bahwa Turki akan melakukan intervensi di Afrin dan Manbij untuk melawan militan YPG, dan bahwa ketidakpercayaannya terhadap Washington terus berlanjut.

Baca: Kemerdekaan Kurdi Adalah Skenario Busuk Zionis Israel Hancurkan Irak

Diplomat Turki terkemuka mencatat bahwa Amerika Serikat harus merebut kembali senjata yang diberikan kepada teroris, dan sepenuhnya mengakhiri kerja sama dengan mereka.

Sementara itu, Suriah memperingatkan Turki bahwa setiap operasi tempur di dalam negaranya akan dianggap sebagai tindakan agresi oleh tentara Turki.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Meqdad mengatakan kepada wartawan di Damaskus pada hari Kamis bahwa pasukan negaranya bersiap untuk mengusir serangan semacam itu.

“Kami memperingatkan pemimpin Turki bahwa jika mereka memulai operasi tempur di wilayah Afrin, itu akan dianggap sebagai tindakan agresi oleh tentara Turki,” katanya.

Baca: Turki Bersumpah Akan ‘Merobek’ Pasukan YPG di Afrin Suriah

Namun, Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul mengatakan pada hari Kamis bahwa negaranya “tidak akan pernah bisa diam” dalam menghadapi perkembangan yang mengancam perbatasan dan keamanannya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah berulang kali mengatakan bahwa Afrin harus dibersihkan dari “teroris,” dan menuntut penggelaran tentara Turki di sana dalam sebuah pidato di bulan November 2016. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: