Amerika

Amerika Akui Pembantaian di Mosul

Rabu, 29 Maret 2017 – 06.18 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Seorang komandan AS berpangkat tinggi mengakui bahwa ada “fair chance” dalam serangan udara koalisi di barat Mosul yang menewaskan sejumlah besar warga sipil Irak.

“Kita mungkin memiliki peran dalam jatuhnya korban,” kata Letnan Jenderal Stephen Townsend ketika berbicara dengan wartawan, Selasa (28/03/2017). (Baca: Rusia Bawa Pembantaian Sadis AS di Mosul ke DK PBB)

Dia menyatakan bahwa alasan tingginya jumlah korban adalah praktik menjijikkan Daesh/ISIS yang menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Pada tanggal 17 Maret, jaringan televisi Rudaw Kurdi-Irak, melaporkan bahwa 237 orang telah tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS yang melanda wilayah yang dikuasai ISIS di Mosul barat.

“Musuh terlibat dalam pembantaian ini,” tambahnya, dan menekankan bahwa “Ini pasti terlihat seperti” warga sipil yang dipaksa untuk berkumpul di gedung oleh teroris. “Apa yang saya tidak mengerti mengapa mereka (warga sipil) berkumpul disana?”. (Baca: Perang Sengit Teroris ISIS dengan Pasukan Hashd al-Shaabi di Mosul)

Meskipun mengakui keterlibatan AS dalam insiden itu, Townsend menyatakan bahwa amunisi yang digunakan oleh pasukan koalisi pimpinan AS di daerah perkotaan padat penduduk tidak dirancang untuk menyebabkan tingkat kerusakan yang besar.

Pekan lalu, seorang pejabat senior militer Irak mengumumkan bahwa serangan udara koalisi pimpinan AS menghantam sebuah truk Daesh yang membawa bahan peledak hingga mengakibatkan kematian warga sipil dalam insiden itu.

Pada hari Senin, Pentagon mengumumkan masih menganalisis lebih dari 700 video feed dari serangan udara di barat Mosul yang menyebabkan meningkatnya jumlah laporan korban sipil.

Seorang juru bicara Komando Pusat AS, Kolonel J.T. Thomas, menekankan bahwa prioritas tinggi sedang difokuskan pada laporan. Dia menambahkan bahwa AS menyadari mereka menjatuhkan bom di “immediate vicinity” dengan penduduk sipil yang tinggi tetapi bom ‘cukup tepat’. (Baca: 7 Pasukan Khusus Rusia Tewas Dalam Serangan AS di Deir Ezzor)

AS sebelumnya telah mengaku melakukan serangan udara yang diluncurkan di Mosul pada hari tragedi mematikan.

Sementara itu, PBB telah menyerukan koalisi pimpinan AS di Irak untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi warga sipil sambil mengingatkan bahwa Daesh mengirim warga ke dalam bangunan dan area yang menjadi target serangan udara.

Dalam laporannya, komisaris tinggi hak asasi manusia PBB, Zeid Ra’ad al-Hussein, juga meminta semua pasukan yang terlibat dalam operasi anti-teror di Irak untuk “menghindari jebakan” dimana Daesh telah menempatkan bahan peledak dan mengirim penduduk setempat untuk berlindung di dalam gedung.

Dia juga menambahkan bahwa “strategi penggunaan anak-anak, pria dan wanita untuk melindungi diri dari serangan adalah prilaku pengecut dan memalukan. Ini melanggar standar paling dasar martabat dan moralitas manusia.”

Pada hari Senin, Amnesty International juga menyuarakan keprihatinan atas jumlah korban sipil di Mosul, yang menunjukkan koalisi pimpinan AS mungkin tidak berbuat cukup untuk menghindari korban tersebut. (SFA)

Sumber: PTV, Washingtonpost.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: