Artikel

AlJazeera Media Wahabi yang Sebarkan Propaganda Teroris

Senin, 30 Januari 2017 – 16.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Saya terkejut ketika membuka halaman Al Jazeera di YouTube untuk mencari laporan-laporannya tentang pertempuran Mosul. Tenyata saya menemukan kenihilan militer Irak dalam memenangkan pertempuran, bahkan berbicara tentang penolakan dan berbicara tentang kemunduran atau kelemahan pasukan Irak dalam setiap pertempuran. Dimana tentara Irak dan faksi-faksi yang berada bersamanya mengalami kerugian baik peralatan militer atau tentara. Selain itu, Aljazeera juga membesar-besarkan teroris ISIS untuk menarik perasaan dan pikiran pemirsa. (Baca: Pemerintah Irak Tutup Kantor Berita Provokasi ‘Al-Jazeera’)

Channel AlJazeera di YouTube digunakan untuk memutarbalikkan fakta, menyebar budaya kebencian, mengasingkan mereka yang berbeda dan memposisikan dirinya sebagai pembela Arabisme dan Islam.

Islam yang dikemas oleh Aljazeera adalah berafiliasi dengan ideologi Wahabi yang haus perang dan darah. Anda akan menemukan data dan makalah yang mengacu pada dokumen yang terkait dengan Afghanistan dan memiliki hubungan yang mencurigakan dengan pemimpin Taliban, serta faksi-faksi Afghanistan lainnya.

Selain itu, Channel Aljazeera di YouTube juga telah dimanfaatkan secara luas untuk mengangkat krisis Irak, lalu membungkusnya dengan aroma politik, secara provokatif dan sektarian. Para wartawannya pun hadir di tengah-tengah gerombolan teroris di Fallujah dan daerah lain yang dikuasai ISIS, dimana mereka menyebut tentara pemerintah Irak sebagai tentara thogut, serta sengaja menyembunyikan keberhasilannya dalam menumpas teroris di negeri itu. (Baca: Ulama Yaman Kecam Media Saudi yang Sebarkan Berita Hoax Houthi Serang Ka’bah-Mekkah)

Mungkin channel Aljazeera ingin menutupi kejahatan ISIS dan seluruh kegiatannya, bahkan mereka sengaja mengambil agen dari anggota ISIS untuk dijadikan koresponden dan mengambil berita darinya, yang berfungsi  pencucian otak yang berdampak bagi pemirsa channel tersebut, dimana semua pemirsanya akan disugukan aksi-aksi provokativ dan propaganda untuk menarik pendukung dan simpatisan.

Tentu saja kita tidak dapat memisahkan kebijakan channel tersebut dari penyandang dananya, yang saya maksud yakni para pejabat di pemerintahan Qatar, karena Aljazeera milik salah satu pangeran Qatar. (Baca: Promosi ISIS Ala Televisi “Al Jazeera” Qatar)

Qatar telah menjadikan negerinya sebagai kantor Taliban. Mengapa Qatar membuka kantor untuk teroris Taliban yang telah banyak menumpahkan darah orang-orang tak bersalah. Qatar sendiri adalah negara yang telah menciptakan revolusi Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan menutup-nutupi perlawanan rakyat Mesir yang menginginkan Mursi hengkang dari jabatannya. Baru-baru ini Aljazeera juga menyebarkan propaganda dengan mengedit pidato Presiden Mesir El-Sisi, memotong-motong dan menyambungkannya, kemudian diterbitkan dengan tema skandal El-Sisi dalam sebuah buletin berita.

Itulah AlJazeera yang selalu menebar propaganda untuk menciptakan perselisihan, bahkan perang sektarian di berbagai belahan bumi. (SFA)

Penulis: Iyad Gizani, Middle East Panorama

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: