Fokus

Ali Valentino Bongkar Info Hoax Rasis Terbaru Jonru Kader PKS

Jum’at, 22 September 2017 – 11.19 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Akun Facebook Ali Valentino bongkar info hoax rasis terbaru Jonru kader PKS terkait pilpres Singapura. Ali Valentino dalam akun facebooknya menelanjangi ketololan, Hoax dan Rasisme Jonru.

Baca: Denny Siregar: ‘Kacamata Benar dan Salah’ Lihat Kemana Jonru Berpihak

Jonru menulis di akunnya tanggal 20 September 2017:

Sebanyak 2.000 warga etnis China Singapura, termasuk dua mantan calon presiden, turun ke jalan pada Sabtu sore (16/9/2017). Mereka menggelar protes terhadap pengangkatan Halimah Yacob sebagai presiden baru di negara tersebut. Beritanya dimuat di sejumlah media, termasuk di reuters

Semoga Ade Armando dan para IQ 200 Sekolam lainnya tidak membaca berita ini. Sebab kasihan banget sama mereka.

Kemarin mereka udah terlanjur bersorak kegirangan saat melihat fakta bahwa Halimah Yacob terpilih sebagai presiden Singapura. Mereka berkata bahwa rakyat Singapura sangat toleran, mau menerima presiden dari kalangan minoritas (muslim). Lalu mereka membandingkannya dengan rakyat DKI Jakarta yang menurut mereka sangat intoleran, karena tidak mau menerima Ahok yang kafir sebagai pemimpin.

Semoga para IQ 200 Sekolam tidak membaca berita tentang demo warga etnis China di Singapura tersebut. Agar mereka tidak tahu bahwa ternyata rakyat Singapura sangat intoleran terhadap terpilihnya presiden dari kalangan muslim.

Untungnya, yang demo tersebut berasal dari kalangan China nonmuslim. Coba kalau seandainya yang demo adalah umat Islam yang menentang pemimpin kafir. Pasti langsung dituduh intoleran, SARA, radikal, teroris, pemecah-belah kesatuan bangsa, provokator, dan sebagainya.

Tolong jangan kirim berita ini ke Ade Armando. Kasihan dia, bisa kejang-kejang jika tahu bahwa rakyat Singapura ternyata tidaklah toleran seperti yang dia puji-puji.

NB: Setahu saya, pemerintah Singapura melarang demonstrasi dalam bentuk apapun. Saya belum mengerti kenapa kok demo tanggal 16 September 2017 tersebut bisa terjadi di sana. Awalnya saya kira itu hoax. Namun ternyata beritanya justru dimuat di media internasional.

Ini empat fakta tentang info bohong yang disebarkan Jonru Kader PKS:

Baca: Yusuf Muhammad: JONRU, SANG DAJJAL MEDSOS

Pertama, Mari kita cek link kantor berita reuters yang diberikan oleh Si Jonbleh pada tulisannya, di awal sudah ditulis jumlah pendemo “Hundreds of Singaporeans” ratusan warga Singapura, tapi berapa yang ditulis Si Jonbleh? 2000 orang. Itulah mengapa Si Jonbleh memberikan link berbahasa Inggris karena ia tahu bahwa mayoritas pengikutnya adalah orang-orang bodoh, pemalas, minim kuota, pecandu hoax hingga mudah ditipu olehnya.

Kedua, Lalu apa yang membuat ratusan warga Singapura demo? Dari judul berita yang ditulis reuters saja kita sudah bisa mengetahui penyebab demonstrasi tersebut ‘Singaporeans protest against uncontested presidential election”. Ratusan warga Singapura itu demo karena Halimah Yacob adalah calon tunggal, hingga tidak ada kontestan lain dan mereka tidak dapat menggunakan hak pilih mereka. Intinya mereka demo karena kehilangan hak suara/hak pilih.

Ketiga, Apakah warga Singapura demo karena Rasis dan karena isu SARA seperti para pendemo Kang Ahok? Ada 4 kandidat yang menjadi pesaing Halimah Yacob, persyaratan menjadi Presiden di Singapura sangat ketat; syarat-syarat umum di antaranya haruslah warga Singapura berumur sekurang-kurangnya 45 tahun, tidak pernah mengalami kebangkrutan, tidak pernah dipenjara atau didenda karena tindak kriminal. Selain itu juga harus memiliki integritas, karakter, dan reputasi yang baik. Dan DUA kandidat tidak lolos pada babak ini.

Baca: JONRU WAHABI KADER PKS SANG AHLUL FITNAH WAL HOAX

Lalu siapakah DUA kandidat yang lolos ke babak berikutnya? Keduanya adalah pengusaha MUSLIM yaitu Farid Khan dan Saleh Marican, dan keduanya tidak bisa lolos pada babak selanjutnya karena syarat bagi pengusaha yang maju Pilpres harus memiliki shareholders equity perusahaan yang mereka pimpin harus mencapai angka yang disyaratkan yaitu 500 juta dollar singapura. Dan keduanya belum mencapai syarat itu.

Jadi bagaimana mungkin warga singapura demo karena semangat Rasial dan karena isu SARA bila calon kuat yang hampir lolos menjadi rival Halimah Yacob adalah dua pengusaha Muslim. Maha bodoh Jonbleh beserta para pengikutnya.

Keempat, Demo yang dilakukan oleh warga Singapura seperti yang ditulis rueters adalah “held a silent protest” mereka melakukan demo diam (sit-in), tidak ada teriakan atau orasi. Pastinya tidak ada itu teriakan “Bunuh, Gantung, kutil babi, anjing dan kata kotor lainnya” seperti mahluk-mahluk yang TIDAK BERPENDIDIKAN lakukan. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Jonru Ginting dan Ali Valentino

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: