Fokus

Ahmad Zainul Muttaqin Semprot Tokoh Khilafah Felix Siauw

Rabu, 21 Juni 2017 – 02.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Salah satu Netizen dan juga pegiat media sosial dari generasi Millennial Ahmad Zainul Muttaqin dalam akun facebooknya “semprot” tokoh khilafah Felix Siauw yang menulis di akun twitternya pada tanggal 18 Juni @felixsiauw “Bukankah AlQuran itu petunjuk dan pembeda bagi kita, maka bila sudah Muslim, ya panduannya Al-Quran dan Hadits, bukan akalnya”, padahal Al-Quran sendiri menyebutkan betapa pentingnya fungsi akal dalam mencari kebenaran, karena Quran dan Hadits membutuhkan penjelasan dan keterangan dan hal itu membutuhkan akal, berikut opini Zainul Muttaqin:

Felix, lu bikin perkara apa lagi sih? Udah ane bilang kalau situ defisit akal mbok ya ga usah ngajak-ngajak orang. (Baca: Menjawab Kritikan Ust Felix Siauw “Wahabi-Salafy” Tentang Dakwah Para Wali dan Habaib)

Kalau situ bilang panduan itu adalah Al-Qur’an dan Hadits ya silakan, tapi menentang akal itu ngaco.

Bagaimana caranya seseorang mempelajari hadits tanpa akal? Bagaimana para muhaddits menentukan kedudukan sebuah hadits tanpa akal? Dalam ‘ulumul hadits ada 2 jenis ilmu, Riwayah dan Dirayah. Bagaimana semua itu bisa dipahami tanpa pakai akal?

Dan untuk menentukan maqbul (diterima) dan mardud (ditolak)-nya sebuah hadits ada yang namanya ilmu ‘Jarh wa Ta’dil’ yang membahas hal ikhwal perawi dengan menyoroti kelebihan, kekurangan, tingkat hafalan dan kemampuan AKALnya untuk menentukan apakah periwayatan hadits darinya dapat diterima atau ditolak.

Kalau situ ngomong “Cukup Qur’an dan Hadits, tinggalkan akal”, sama saja seperti orang yang ngomong “Ayo kita makan nasi, tinggalkan beras”. Emang situ bisa makan nasi tanpa mengolah beras? (Baca: Zainul Muttaqin Semprot HTI, Tak Punya Khalifah Kok Mau Dirikan Negara Khilafah)

Bagaimana caranya kita mendapatkan hadits (yang lu pengen jadikan sebagai pedoman itu) serta mengetahui kedudukannya hasan, dhaif, maudhu’, ahad, mutawattir dll tanpa ilmu-ilmu diatas yang seluruhnya bersandar pada akal?

Ane ga perlu lah memborong ayat-ayat Qur’an yang mengecam orang-orang yang malas mempergunakan ‘Aql (akal)-nya. Bahkan dalam Qur’an saja Allah 13 kali bertanya dengan gaya menyindir terhadap orang-orang yang malas memakai akalnya dengan redaksi “Afala Ta’qilun?” Tidakkah kamu mempergunakan akal (berpikir)?

Oh iye lix, bukannya waktu SD elu udah diajarin syarat utama orang beragama itu wajib berakal. Yang belum berakal tidak wajib beragama. Itulah yang membuat anak bayi dan orang gila tidak kena taklif agama. (Baca: Negara Khilafah Ala Nabi atau HTI Wahabi?)

Urusan yang ginian aja elu nyungsep, kok teriak-teriak Khilafah dan nasionalisme haram. Udahlah, balik pada tupoksi lu sebagai ustadz cinta, atau motivator rumah tangga, atau pengarang novel remaja Islam galau aja lix. Elu masih mendingan disana. Yang ini mah kejauhaaan. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Zainul Muttaqin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: