Amerika

Ahli HAM: Amerika Harus Hindari Konflik Militer dengan Korut

Jum’at, 01 Desember 2017 – 07.22 WIb,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Publik Amerika dan masyarakat internasional harus menekan Amerika untuk menghindari konflik militer dengan Korea Utara, karena sebuah perang akan menghancurkan kedua belah pihak, seorang ahli hak asasi manusia dan aktivis perdamaian mengatakan, “Sangat tidak mungkin terjadi konflik militer antara Amerika Serikat dan Korea Utara,” kata Daniel Kovalik, yang mengajar hak asasi manusia di University of Pittsburgh School of Law di negara bagian Pennsylvania.

Baca: Gedung Putih dan Pentagon Masuk dalam Daftar Target Rudal Nuklir Korut

“Jelas, konflik semacam itu akan sangat menghancurkan, terutama bagi Korea Utara,” kata Kovalik kepada Press TV pada hari Rabu.

“Tapi, ia mengingat keadaan saat ini, terus terang melihat orang saat ini duduk di White House, saya sama sekali tidak mengurangi kemungkinan terjadinya perang atau konflik,” tambahnya.

“Saya pikir dunia harus mengkhawatirkannya dan perlu memberi tekanan terutama pada Amerika Serikat untuk menahan diri dari tindakan militer apapun terhadap Korea Utara. Ini adalah sesuatu yang perlu dinegosiasikan,” kata pakar tersebut.

Baca: Pakar Nuklir: Korut Miliki Bom yang Mampu Membunuh 90 % Warga AS

“Saya tidak berpikir bahwa Korea Utara akan menjadi agresor; Kurasa mereka merasa perlu menunjukkan bahwa mereka bisa membela diri.”

Ketegangan telah meningkat di Semenanjung Korea menyusul serangkaian tes nuklir dan rudal oleh Pyongyang serta ancaman perang dan penghinaan pribadi yang diumbar antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Trump dan pejabat senior AS lainnya telah mengancam Korea Utara dengan kehancuran jika terus melakukan “provokasi” nuklir.

Baca: Pyongyang: Program Nuklir dan Rudal untuk Lindungi Korut dari Ancaman AS

AS telah melakukan pergumulan konstan dengan Korea Utara mengenai program senjatanya. Washington mengatakan bahwa program tersebut merupakan ancaman bagi AS dan sekutu-sekutunya. Sementara Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya perlu mengembangkan kekuatan militernya untuk mencegah invasi potensial AS dan sekutu-sekutunya. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: