Eropa

Agenda Kunjungan Akbar Putra Mahkota Saudi di London

Kamis, 08 Maret 2018 – 11.32 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tiba di London pada hari Rabu dalam kunjungan resmi selama beberapa hari, dia disambut oleh Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. Menurut Saudi Press Agency (SPA), kunjungan tersebut didasarkan pada “arahan Raja Salman bin Abdul Aziz serta sebagai tanggapan atas undangan Pemerintah Inggris dan Irlandia Utara”.

Baca: Kejahatan Saudi dalam Perang Yaman Hantui Kunjungan Bin Salman di Inggris

Delegasi Pangeran Mahkota Saudi diantaranya Duta Besar Saudi untuk Inggris Mohammed bin Nawaf bin Abdul Aziz, Menteri Negara, Anggota Kabinet Mas’ed bin Mohammed Al-Aiban, Menteri Perdagangan dan Investasi Majid Al-Qasabi, Menteri Kesehatan Tawfiq Al-Rabiah, Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir, Menteri Pendidikan Ahmed Al-Issa, Menteri Budaya dan Informasi Awad Al-Awad, Menteri Perekonomian dan Perencanaan Mohammad Altwaijri dan Kepala Intelijen Umum Khalid Al-Humaidan.

Delegasi tersebut juga diikuti oleh penasihat Sekretariat Jenderal Dewan Menteri, Pengadilan Kerajaan dan Kepala Staf Umum, Letnan Jenderal Fayyad Al Ruwaili, Kepala Urusan Khusus Putra Mahkota dan Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial untuk Pembangunan Sosial Tamadr Al-Rama.

Baca: Kelompok HAM: Inggris Kaki Tangan Kejahatan Saudi di Yaman

Kunjungan MBS, yang merupakan bagian dari tur mancanegara pertamanya setelah dia mengambil kekuasaan di kerajaan, ditujukan untuk meyakinkan Inggris bahwa reformasi negaranya telah membuat Arab Saudi menjadi tempat yang lebih baik untuk investasi dan masyarakat yang lebih toleran.

Kunjungan tersebut mencakup makan siang dengan Ratu Elizabeth dan makan malam bersama Pangeran Charles dari Inggris dan putranya Pangeran William serta pertemuan dengan para pemimpin intelijen Inggris.

Baca: Kelompok HAM Kecam PM Inggris Karena Undang Diktator Brutal dalam Perang Yaman

Masuknya ke Istana Chickers yang megah serta dua pertemuan dengan keluarga kerajaan Inggris menunjukkan betapa London sedang mempersiapkan untuk meratifikasi reformasi di Arab Saudi yang telah melunakkan pembatasan sosial terhadap perempuan.

Kunjungan tersebut semestinya dapat memancing protes dari pembela hak asasi manusia, terutama mengenai persetujuan Inggris terhadap kesepakatan senjata 4,6 miliar pound ($ 6,4 miliar) ke Arab Saudi sejak awal konflik di Yaman, yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang sejauh ini. (SFA/Arabi21)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: