Amerika

Agar Tak Disalahkan, AS Ajak Australia, Inggris dan Denmark Serang Deir al-Zour

Selasa, 20 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – AS sedang mencoba untuk mendistribusikan kesalahan atas dukungan udara untuk ISIS dan serangan terhadap Tentara Arab Suriah di Deir Ezzor.

Fakta tak terbantahkan melalui laporan militer Rusia setelah insiden pada hari Sabtu, menyebutkan “Hari ini (Sabtu) pukul 17: 00-17: 50 waktu Moskow, koalisi internasional anti-Daesh/ISIS (dua F-16 dan dua A-10 jet) melakukan empat serangan terhadap unit pasukan pemerintah Suriah dekat bandara Deir Ezzor. Pesawat koalisi memasuki wilayah udara Suriah dari sisi perbatasan Irak,” kata Mayjen. Igor Konashenkov kepada Sputnik.

Sebagai hasil dari serangan itu, 62 tentara Suriah tewas dan sekitar 100 lainnya terluka, menurut informasi yang diterima dari militer Suriah di Deir Ezzor, katanya. (Baca: Zakharova: Ini Bukti Pengkhianatan Amerika di Suriah)

Pemerintah Suriah hari ini, mengatakan jumlah korban bertambah menjadi 82 tentara tewas dalam serangan yang juga menghancurkan 3 tank T-72, 3 kendaraan tempur infanteri, senapan anti-pesawat dan setidaknya 4 mortir.

Setelah serangan itu, kelompok teroris ISIS yang menyerbu posisi pasukan pemerintah Suriah di bukit Jabal Thardah. Mereka sekarang dapat membuka celah bandara Deir Ezzor, satu-satunya jalur suplai untuk kota ISIS yang terkepung dan 150.000 warga sipil yang tinggal di sana di bawah perlindungan pemerintah.

Kami mencatat bahwa ini bukan serangan pertama AS terhadap pasukan pemerintah Suriah di Deir Ezzor. Pada 3 Desember tentara Suriah tewas dalam serangan udara AS. Pada bulan Juni serangan udara AS di Manbij juga menewaskan sekitar 100 warga sipil.

Sementara itu, tidak ada serangan AS pada setiap sasaran ISIS di Suriah, yang menimbulkan jumlah korban puluhan militan. Hal ini sangat diragukan bahwa ini bukan serangan yang dimaksudkan. Bahkan Human Rights Watch mengakui pembunuhan massal pada Sabtu sebagai “sinyal” kepada pemerintah Suriah. (Baca: Rusia ‘Tampar’ Wajah Barat dan Amerika Terkait Teroris ISIS di Suriah)

Koalisi AS Berbondong-bondong Akui Kesalahan

Pada Minggu pagi (18/09), Australia secara mengejutkan mengklaim pesawat tempurnya telah mengambil bagian dalam serangan itu;

“Pesawat Australia terlibat dalam operasi koalisi pimpinan AS yang menewaskan puluhan tentara Suriah yang ditempatkan di Deir Ezzor”, Departemen Pertahanan Australia mengkonfirmasi.

“Pesawat Australia termasuk di antara sejumlah pesawat internasional yang mengambil bagian dalam operasi Koalisi ini,” kata Departemen Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Kemudia diikuti Denmark;

“Dua F-16 Denmark berpartisipasi dalam serangan ini, bersama dengan pesawat dari negara-negara lain. Serangan telah dihentikan segera setelah pihak Rusia melaporkan bahwa serangan telah menghantam posisi militer Suriah,” otoritas militer Angkatan Bersenjata Denmark mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu.

Pagi ini, koresponden pertahanan BBC mengatakan, Inggris juga mengaku bersalah, mengutip Twitter Jonathan Beale @bealejonathan;

BBC memahami @RoyalAirForce mungkin telah terlibat dalam serangan udara di #Syria yang menewaskan lebih dari 60 tentara Suriah.

Empat pesawat menyerang dan empat air force mengklaim telah menjadi bagian dari itu? Ini jelas, sesuatu yang tidak masuk akal atau realistis. (Baca: Klan Assad dalam Arus Arab Spring)

AS mengoperasi pesawat A-10 dalam serangan itu. Inggris maupun Australia mengoperasikan F-16. Sementara Angkatan Udara Denmark mengerahkan dua F-16, menunjukan jumlah pesawat lebih dari empat dan bertentangan dengan laporan yang dikeluarkan Rusia, tidak hanya itu pesawat-pesawat itu juga lepas landas dari Irak bukan Suriah.

Sementara, Denmark akan mengirimkan tujuh F-16 untuk membantu memerangi ISIS di Irak, Perdana Menteri Helle Thorning-Schmidt mengatakan pada hari Jumat, artinya Denmark belum menempatkan F-16 nya di Irak.

“Saya sangat senang bahwa sekarang ada koalisi yang luas, termasuk negara-negara di kawasan itu yang ingin berkontribusi,” katanya pada konferensi pers, dan menambahkan bahwa jet tempur Denmark tidak akan bergabung dalam pemboman AS di Suriah. (Baca: Friedman: Ide Gulingkan Bashar Assad adalah Sebuah Gagasan Gila)

Selain itu militer Suriah mengatakan bahwa pesawat datang dari Erbil, bagian utara Kurdi Irak. Tidak ada negara lain di sana, kecuali AS yang diketahui menggunakan fasilitas pangkalan udara Erbil.

Drone yang telah membuat pengawasan atas wilayah tersebut juga milik AS:

Serangan dimulai pada sore hari, ketika pesawat menyerang sekelompok kendaraan, di mana pesawat pengintai Amerika telah memantau selama beberapa hari, menurut seorang pejabat Centcom.

Jelas seseorang dalam pemerintahan AS telah memerintahkan sekutu dan meminta mereka untuk berbagi kesalahan atas serangan udara AS yang “keliru” atau sengaja. Jika semua bersalah, maka tidak ada yang bersalah dan tidak ada yang bisa dihukum.

Gencatan senjata di Suriah telah terkoyak oleh ulah AS sendiri. AS tidak memenuhi janjinya untuk memisahkan pemberontak “moderat” dan tidak.

Angkatan Udara Rusia dan Suriah akan segera kembali bekerja. Setiap prajurit “koalisi” AS di Suriah harus mewaspadai pesawat-pesawat Rusia. Jika AS dan sekutunya dapat membuat “kesalahan” seperti di Deir Ezzor, orang lain juga dapat menunjukkan ketidaksempurnaan dalam operasi mereka. (SFA)

Sumber; Moonofalabama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: