Amerika

8 Negara Desak Gelar Sidang Darurat PBB Bahas Keputusan Trump ‘Yerusalem Ibukota Israel’

Kamis, 07 Desember 2017 – 12.07 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Delapan negara pada hari Rabu (06/12) telah meminta diadakannya sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas keputusan presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Baca: PM Israel ‘Netanyahu’ Puji Keputusan Trump Akui Yerusalem jadi Ibukota Israel

Perancis, Inggris, Italia, Swedia, Mesir, Bolivia, Senegal dan Uruguay telah mengeluarkan sebuah pernyataan bersama yang mengatakan bahwa delegasi mereka dalam PBB telah meminta kepada pimpinan sehubungan dengan pernyataan presiden AS mengenai status Yerusalem untuk mengadakan sidang darurat Dewan Keamanan hingga akhir minggu ini agar Sekjen PBB Antonio Guterres mengeluarkan resolusi dan pernyataan publik mengenai keputusan presiden AS Donald Trump.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan dalam sebuah wawancara dengan beberapa kantor berita termasuk Reuters dan Tass bahwa pertemuan darurat ini diperkirakan akan berlangsung pada hari Jum’at (08/12).

Baca: Bentrokan Dahsyat Palestina-Israel Pasca Deklarasi Trump Terkait Yerusalem Ibukota Israel

Sebelumnya pada hari Rabu malam (06/12), presiden AS secara resmi mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memutuskan untuk mulai memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke kota kuno Palestina ini.

Perlu diingat bahwa Kongres AS telah menyetujui langkah tersebut pada tahun 1995, namun presiden AS sebelum Trump menunda ratifikasinya.

Sementara itu, isu Yerusalem adalah salah satu isu terpenting dalam konflik Israel-Palestina. Meskipun semua resolusi internasional mengenai masalah ini menekankan perlunya Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina dan sisi barat kota tersebut sebagai ibu kota Israel namun Israel menegaskan bahwa kedua wilayah Yerusalem tersebut sebagai ibu kota Israel yang abadi dan satu.

Israel telah menduduki Yerusalem Timur sejak bulan Juni tahun 1967 dan kemudian mencaplok Yerusalem barat dan kemudian menyebut bahwa semua wilayah Yerusalem sebagai ibukota yang satu dan abadi bagi Israel dan klaim ini telah ditolak oleh masyarakat internasional.

Baca: Lawan Trump, Hashtag #FreePalestine, #SaveAlQuds Penuhi Medsos Twitter

Perlu diketahui bahwa presiden AS Donald Trump selama kampanye pemilihannya pada akhir tahun 2016 lalu telah berjanji untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dari lokasinya yang sekarang berada di Tel Aviv, dan ia berulang kali mengatakan bahwa “hal ini hanya masalah waktu”. (SFA)

Sumber: Arabic RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: