Headline News

1000 Days Agresi Saudi, Dunia Kecam Riyadh, AS, Inggris dalam Perang Yaman

Rabu, 20 Desember 2017 – 12.54 Wib,

SALAFYNEWS.COM, BERITA DUNIA – Enam peraih hadiah Nobel Perdamaian bergabung dengan lebih dari 350 selebriti, pegawai negeri dan akademisi dalam mengkritik pemimpin barat karena telah “menyalakan api perang” di Yaman.

Baca: Serangan Udara Biadab Saudi di Hudaydah Yaman Tewaskan 5 Orang Warga Sipil

Dalam sebuah pernyataan yang menandai hari ke-1.000 perang Arab Saudi di Yaman, penandatangan petisi #YemenCantWait meminta para pemimpin AS, Prancis dan Inggris untuk segera melakukan gencatan senjata dan mengakhiri blokade yang mencegah makanan dan persediaan penting medis untuk menjangkau penduduk sipil yang putus asa. Pernyataan tersebut selanjutnya memperingatkan kelambanan Barat akan menyebabkan kematian ribuan anak-anak Yaman.

“Masyarakat internasional telah gagal melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengakhiri bencana buatan manusia ini. Jutaan wanita Yaman, pria dan anak-anak merasa ditinggalkan oleh pemimpin global yang tampaknya memberi keuntungan dan politik di atas kehidupan manusia,” bunyi pernyataan tertulis itu. “AS, Inggris, dan Prancis, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan pemasok senjata utama ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, memiliki tanggung jawab khusus untuk menggunakan pengaruh mereka untuk menekan sekutu mereka di kawasan dengan mengakhiri krisis yang memicu nyala api perang yang mencekik seluruh populasi dan berisiko mengacaukan seluruh kawasan.

Baca: Kelompok HAM: Inggris Kaki Tangan Kejahatan Saudi di Yaman

Penandatangan termasuk, Hakim Richard J. Goldstone, Jaksa Agung Pertama Pengadilan Pidana Internasional PBB untuk bekas Yugoslavia; Olivier De Schutter, Mantan Pelapor Khusus PBB untuk masalah Pangan; Mark Malloch-Brown, Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa; Peter Gabriel, musisi dan pendiri The Elders; Alyssa Milano, aktor, aktivis dan pengusaha; dan Tawakkol Karman, jurnalis dan peraih Nobel Perdamaian 2011.

Inggris tidak menyesali arus senjata yang dijual London ke Riyadh. Pada bulan Oktober, sekretaris pertahanan Michael Fallon mendesak anggota parlemen untuk berhenti mengkritik perang yang dipimpin oleh Arab Saudi, dengan alasan bahwa menyelidiki kejahatan Saudi di Yaman bisa berdampak buruk bagi penjualan senjata Inggris.

Namun, kesalahan Barat dalam konflik mematikan telah membuat kemarahan banyak aktivis hak asasi manusia. Pekan lalu, kelompok kampanye HAM yang berbasis di Inggris untuk Yaman meminta Jaksa Agung Inggris, Jeremy Wright, untuk mengadili Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar karena telah melakukan kejahatan perang di Yaman dan memicu “bencana kemanusiaan terburuk di dunia”, yang membunuh 130 anak setiap harinya.

Baca: Houthi: Makar Saudi, Amerika Serta Israel di Libanon dan Yaman Gagal Total

Dalam serangan terakhir pesawat tempur koalisi mengebom pesta pernikahan pada hari Minggu, sekitar 170 km dari ibukota Yaman, Sana’a. Sedikitnya 10 wanita terbunuh dalam serangan udara tersebut.

Dan dalam apa yang telah digambarkan sebagai “babak baru” konflik tersebut, Houthi kembali menyerang Arab Saudi pada hari Selasa, dengan sasaran istana Al-Yamama di Riyadh dengan sebuah rudal balistik. Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya berhasil mencegat rudal tersebut dan melakukan serangan balik terhadap posisi Houthi. (SFA)

Sumber: RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: